Seminar report
Judul : Homeschooling dan Psikologi Perkembangan Anak
Oleh : Psikolog Marnaria A. Martinis dan Kepala Sekolah Homeschooling Alam Depok Ni Made Desi Handayani, S.Pd.I
Waktu: Sabtu, 14 Mei 2016 di Homeschooling Alam Depok 

Alasan memilih Homeschooling
a. Orang tua dapat mengembangkan tanggung jawab terhadap pendidikan anak dan mempererat hubungan orang tua dan anak.
b. Mengoptimalkan perkembangan otak anak karena adanya stimulasi yang menyenangkan.
c. Tidak puas dengan hasil pendidikan formal di sekolah-sekolah yang terlalu memfokuskan pada nilai raport sehingga kurang memperhatikan unsur yang lain seperti pembangunan karakter,keseimbangan fungsi tubuh dan otak serta lifeskill siswa.
d. Lebih berdasarkan pada keunikan setiap anak.
e. Tidak terlalu memfokuskan pada sistem kurikulum yang terlalu berat sehingga cenderung membebani siswa.
f. Menyeimbangkan antara perkembangan fisik,kognitif,dan perkembangan psikologis anak. (more…)

Berburu Beras Pandan Wangi

Kamis tanggal 24 November 2016 saya berkesempatan mengikuti seminar pertanian terintegrasi di Aula Barat ITB. Sedianya memang akan dihadiri oleh Mentan namun meskipun beliau absen saya beruntung bisa bertemu dengan banyak anak-anak muda yang peduli memperbaiki alam. Sebut saja Mentari, Vanya, Dr Rama, Dr Angga, Muti, Mas Nurohman dan Dieta. Mereka menjadi jalan saya untuk bertemu dengan para guru alam lainnya di semesta Indonesia.

Saya sudah selama satu tahun kebelakang semangat belajar permakultur. Menuju ke istilah yang dibuat oleh Alm Bill Molison dan David Holmgren melalui banyak orang yang menginspirasi. Awalnya saya cukup canggung bertani dan tanam-menanam. Seperti halnya ilmu fisika atau matematika, pertanian saya kira memerlukan perhitungan yang tepat. Berapa takaran pupuk, jarak tanam, jumlah  pestisida yang perlu dipakai dan sebagainya. Saya lupa dengan hubungan bumi manusia yang hidup penuh kehidupan. Dia perlu didekati dengan ilmu hayati bukan sekedar matematika. (more…)

RRI5Bogor, 20 Oktober 2015, lima murid Homeschooling Kampung School (HSKS) beserta tim guru berkunjung ke Radio Republik Indonesia (RRI) yang berlokasi di Jl. Pangrango No. 34 Bogor. Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan wawasan dan kapasitas belajar murid HSKS khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Menarik untuk kita ketahui, bahwa RRI adalah satu-satunya radio yang menyandang nama negara yang siarannya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Mengutip dari (sebutkan sumbernya) RRI merupakan lembaga penyiaran publik yang independen, netral dan tidak komersial memiliki fungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial, serta menjaga citra positif bangsa di dunia internasional.

Pada saat memasuki kantor RRI Bogor, Tim HSKS disambut oleh Ibu Ni Made Sri Widari selaku Kepala Stasiun RRI Bogor. Beliau memulai dengan memperkenalkan diri beserta staff manajemen yang bertugas di RRI Bogor. Kemudian, beliau mulai menceritakan sejarah mengenai RRI dan memaparkan mengenai program yang ada di RRI Bogor.
Setelah menerima paparan informasi dari bu Sri Widari, tim melanjutkan dengan berkeliling kantor RRI Bogor bersama ibu Metti selaku Kepala Divisi Pemprograman. Dimulai dengan memperkenalkan mobil dinas RRI yang dipakai untuk kegiatan siaran diluar kantor. Mobil dinas tersebut merupakan mobil jeep yang modifikasi dan ditambahkan peralatan untuk siaran. Dengan mobil ini memungkinkan penyiar untuk melakukan siaran langsung dari luar stasiun.
Setelah melihat mobil dinas RRI, tim HSKS melihat studio siaran RRI Pro 1 dan RRI Pro 2, disini tim HSKS dikenalkan dengan peralatan-peralatan yang digunakan oleh penyiar. Ternyata peralatan yang digunakan begitu lengkap. Terdapat 4 layar komputer, alat pengatur suara, microphone, Headset, yang semuanya l berada di hadapan penyiar radio. Perbedaan dari siaran RRI Pro 1 dan Pro 2 terletak pada fokus program. RRI Pro 1 fokus pada siaran pemberdayaan masyarakat sedangkan RRI Pro 2 merupakan pusat siaran kreatifitas anak muda.
Kegiatan kunjungan berlangsung setengah hari. Murid begitu antusias mengikuti setiap tahapnya. (Masukan komentar murid).


RRI4
RRI6

Kampungulin1Kampungulin4

Senin, 19 Oktober 2015, kegiatan bertajuk Sundanese Day diselenggarakan di Sekolah Madania, Parung-Bogor. Sundanese Day merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendorong murid-murid Madania agar mengenal lebih dalam kebudayaan Sunda. Pada kegiatan ini tim Kampung School berkesempatan mengisi workshop pembuatan Wayang Awi ( wayang yang terbuat dari bambu) dan mengisi stan permainan tradisional dengan permainan egrang dan bebeletokan.
Kegiatan Sundanese Day diawali dengan penampilan Pencak Silat Cimande oleh salah satu perguruan Silat Cimande, Tunas Muda Indonesia, dan diiringi oleh alat musik khas sunda seperti gendang, terompet dan goong. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan workshop wayang awi. Workshop ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama adalah untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sesi kedua adalah untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Workshop difasilitasi oleh Bang Rizal (pembina Yayasan Anak Kampung Cimande) beserta tim Kampung Ulin. Bang Rizal memulai workshop dengan perkenalan dan memaparkan mengenai filosofi permainan tradisional. Kemudian dilanjutkan dengan Ice Breaking Games, yaitu peserta diberikan instruksi untuk mengikuti gerakan permainan tradisional yang ada di slide presentasi ketika Bang Rizal menyebutkan angka 1 sampai 5. Ice Breaking dilakukan tidak hanya sebagai pemanasan sebelum memulai kegiatan inti tetapi juga untuk membentuk kelompok antar peserta.
Untuk memudahkan fasilitator membantu peserta membuat wayang, setiap 10 orang peserta berkumpul dan duduk melingkar. Setelah ditampilkan video mengenai cara pembuatan wayang awi, setiap peserta diberikan empat helai bambu berukuran panjang 35 cm yang selanjutnya akan dibentuk menjadi wayang. Kegiatan ini dilakukan selama satu setengah jam bertempat di ruangan Multi Purpose Hall Sekolah Madania.


Kampungulin3
Kampungulin5

IMG-20150902-WA0002 IMG-20150902-WA0003

Irni Irawati

Selasa, 01 September 2015

Pada tanggal 1 September 2015, rapat kerja  Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif Indonesia (ASAHPENA) dilaksanakan di kediaman salah seorang pemerhati pendidikan anak yang sangat dikenal masyarakat, Kak Seto Mulyadi, di Perumahan Cirendeu Permai No. 13 Tangerang Selatan. Rapat kali ini fokus membahas program kerja ASAHPENA sebagai penjamin mutu sekolah rumah dan pendidikan alternatif.  Dihadiri oleh pengurus ASAHPENA pusat yaitu Kak Seto dari homeschooling Kak Seto, Pak Budi  dari Sekolah Komunitas Pelangi, Bu Lovely dari PROKIDS, Pak Lukman dari Sekolah Dolan, Bu Dewi dan Pak Charles dari Yayasan Tunas Indonesia, Pak Frans Sondang dari Inrii Homeschooling, beberapa siswa homeschooler serta Bu Ery Mardiana dan Kak Ira dari Rumah Pintar Kampung School.

Diskusi berjalan dengan akrab antar peserta, membahas mengenai tujuan ASAHPENA yang lebih spesifik yaitu menata organisasi menjadi lebih professional, menjadi penjamin mutu pelaksanaan sekolah rumah dan pendidikan alternatif di Indonesia, dan menjalin kerjasama erat dengan pemerintah guna memastikan pemenuhan hak anak atas pendidikan khususnya di jalur non formal dan informal. Selain itu diskusi juga membahas tentang kode etik bagi para penggiat sekolah rumah dan pendidikan alternatif, serta pembahasan mengenai tata aturan kelembagaan ASAHPENA.

Pada rapat kerja ASAHPENA kali ini, kami juga membahas bagaimana menjadikan Ujian Nasional bagi pesekolah rumah dapat mudah untuk diikuti dengan bermartabat.  Hingga saat ini kendala Ujian Nasional masih menjadi persoalan utama para pelaku pesekolah rumah. Hal ini dikarenakan aturan mengenai sekolah rumah dalam PERMENDIKBUD No. 129 Tahun 2014, belum tersosialisasi secara merata, baik di kalangan para orangtua maupun instansi pemerintahan itu sendiri.

Agenda ASAHPENA selanjutnya adalah menyelenggarakan Festival Homeschooling yang mengusung tema “Homeschooling sebagai Pemenuhan Hak Anak”. Acara ini rencananya akan digelar pada tanggal 21 November mendatang dalam rangka memperingati hari anak sedunia.

Event Ramadhan

!

Like us

Tentang Pendidikan Alternatif Kampung School

Kampung School merupakan wadah pendidikan anak berbasis home schooling yang menggunakan pendekatan psikologi positif (appreciative inquiry) untuk melejitkan potensi terbaik manusia dan menjadikan tujuan hidup sebagai sosok insan yang agung. Kampung School bertujuan untuk menginspirasi, memotivasi dan memfasilitasi anak-anak, remaja, ibu rumah tangga dan lansia untuk berani bermimpi dan membuat pemudah cara mencapainya melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.