All posts by KS Manager

Berburu Beras Pandan Wangi

Kamis tanggal 24 November 2016 saya berkesempatan mengikuti seminar pertanian terintegrasi di Aula Barat ITB. Sedianya memang akan dihadiri oleh Mentan namun meskipun beliau absen saya beruntung bisa bertemu dengan banyak anak-anak muda yang peduli memperbaiki alam. Sebut saja Mentari, Vanya, Dr Rama, Dr Angga, Muti, Mas Nurohman dan Dieta. Mereka menjadi jalan saya untuk bertemu dengan para guru alam lainnya di semesta Indonesia.

Saya sudah selama satu tahun kebelakang semangat belajar permakultur. Menuju ke istilah yang dibuat oleh Alm Bill Molison dan David Holmgren melalui banyak orang yang menginspirasi. Awalnya saya cukup canggung bertani dan tanam-menanam. Seperti halnya ilmu fisika atau matematika, pertanian saya kira memerlukan perhitungan yang tepat. Berapa takaran pupuk, jarak tanam, jumlah  pestisida yang perlu dipakai dan sebagainya. Saya lupa dengan hubungan bumi manusia yang hidup penuh kehidupan. Dia perlu didekati dengan ilmu hayati bukan sekedar matematika. Continue reading

Peresmian Rumah Pintar

Bertempat di Rumah Pintar Astra Balaraja, sejumlah 67 Rumah Pintar (RumPin) yang tersebar di seluruh Indonesia berkumpul untuk diresmikan secara serempak oleh Ibu Ani Yudhoyono. Peresmian kali ini berbeda dengan peresmian-peresmian RUMPIN sebelumnya karena peresmian  dilakukan secara sekaligus untuk 67 RumPin yang hadir. Kampung School yang dalam kesempatan ini terpilih menjadi satu dari 11 rumah pintar yang prasastinya ditandatangani langsung secara simbolis oleh Ibu Negara. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Kampung School. Kak Rizky selaku ketua Rumah Pintar Kampung School diamanahi untuk hadir menjadi perwakilan untuk bertemu dengan Ibu Negara.

Sebelum penandatanganan Prasasti, Ibu Negara menyampaikan pengarahan bagi seluruh RumPin yang hadir. Dalam pengarahannya, Ibu Negara berharap dengan adanya RumPin yang tersebar di seluruh Indonesia dapat menjadi pemudah cara bagi masyarakat untuk mengembangkan potensinya. RumPin merupakan suatu wadah pendidikan informal yang digagas oleh Ibu Negara sebagai penunjang untuk terlaksananya salah satu Program Pemerintah yaitu Indonesia Pintar. Dibagi dalam beberapa fokus kegiatan sentra menjadikan program ini berbeda dengan program kegiatan pendidikan informal sejenisnya. Pembagian sentra pada RUMPIN dapat mempermudah masyarakat untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan potensi dirinya.

Dari banyaknya hal yang disampaikan oleh Ibu Negara, terdapat satu point penting terkait kelembagaan yaitu status RumPin yang terhitung pada tahun 2013 sudah menjadi program pendidikan informal yang diakui dan berada dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui PERMEN No 81 tahun 2013.

Saat penandatanganan Prasasti RumPin, satu persatu ke-sebelas perwakilan RumPin di tandatangai prasastinya, termasuk prasasti Kampung School.

Terjadi hal menarik ketika Ibu Negara menandatangani prasasti Kampung School, pada saat itu Ibu Negara didamping oleh Ibu Bhudiyono dan Bapak Muhammad Nuh terheran dengan nama Kampung School. Dengan wajah terheran para petinggi itu sempat menanyakan kepada Kak Rizky kenapa namanya kampung School. Saat itu sontak Kak Rizky menjawab bahwa Kak Rizky dan para pengurus Rumah Pintar Kampung School ingin mengangkat kesan kampung yang tadinya dianggap kumuh dan tertinggal menjadi kampung yang keren dan arif. Dengan penjelasan singkat itu cukup membuat Ibu Ani dan bapak Muhammad Nuh tersenyum dan berucap ‘Terimakasih ya dek”, sembari menyalami Kak Rizky.

Penandatanganan Prasasti ini menjadi pertanda Kampung School sudah resmi untuk menjalankan semua kegiatan dengan lebih percaya diri lagi.

http://www.presidenri.go.id/ibunegara/index.php/fokus/2014/05/19/868.html

Bermain Estapet Air

Minggu (27/4) ,Ceria terpancar dari wajah Kampungers saat bermain estapet air. Permainan tersebut merupakan jenis permainan kelompok. Tugas dari setiap kelompok yaitu memindahkan air  dari wadah yang sudah berisi air ke wadah yang masih kosong dengan menggunakan belahan batang bambu sebagai media pemindahnya. Dua kelompok kampungers yang menamai dirinya Kelompok Kelapa dan Kelompok Delima saling berlomba dengan penuh semangat, serius dan ceria. Beberapa kali terdengar teriakan  ketika air yang mereka estapetkan terjatuh ke tanah. Namun dengan cepat dan sigap mereka kembali mengalirkan air dan merapatkan barisan belahan bambu supaya dapat mengisi wadah yang masih kosong itu. Kerjasama, kekompakan, komunikasi dan kecepatan merupakan kunci dari permainan tersebut.

Kegembiraan mereka dalam bermain estapet air secara tidak langsung mendidik mereka dalam kerjasama, komunikasi dan kecepatan kerja. Dengan bermain kampungers dapat mengambil banyak pelajaran dengan cara yang mereka sukai. Semoga kekompakan mereka dalam mengestapetkan air menjadi simbol dalam kekompakan menjaga kelestarian budaya daerahnya masing-masing. Aminnnn…

 

-AA

Kampung School-Menumbuhkan Keagungan Insani

Khitanan Masal

Yayasan Anak Kampung Cimande (YAKC) bekerjasama dengan PT PLN (Persero) Insha Allah akan mengadakan khitanan masal yang akn diselenggarakan pada hari kamis 27 Juni 2013. Program CSR (Corporate Social Responsibility) ini merupakan agenda PT PLN (Persero) serentak se Jawa-Bali. YAKC hingga saat ini sudah mengumpulkan data anak yang akan dikhitan sejumlah 17 anak dari Desa Cimande.
Fasilitas dan pelayanan yang akan didapatkan oleh anak-anak antara lain: tim dokter khitan yang berasal dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, baju, sarung, peci, buku iqro dan uang saku.
Terima kasih kami ucapkan kepada PT PLN semoga selalu melaksanakan tugas dan kewajibannya secara profesional.

Tentang Program Kampung School

Kampung School (KS) merupakan sebuah wadah yang memiliki tujuan untuk memfasilitasi, memotivasi dan menginspirasi anak-anak kampung agar memiliki mimpi dan menggapainya melalui kegiatan yang menyenangkan. KS  berkeinginan untuk merubah pengertian “anak kampung” yang diidentikkan dengan ruang bagi kemiskinan dan kebodohan menjadi sebuah tempat bagi  anak-anak yang kreatif, mandiri serta berwawasan lingkungan.

Tidak hanya itu, KS juga ingin membagi kearifan-kearifan anak kampung kepada anak-anak dari perkotaan yang kurang memiliki akses dan fasilitas untuk mempelajari budaya lokal serta interaksi dengan alam.

Harapan tersebut kami tuangkan dalam lima program KS yaitu:

1. Rumah Singgah. Program ini mempersilakan anak-anak untuk datang ke KS setiap hari minggu, selain diisi dengan permainan yang melatih kerja sama dan kepemimpinan oleh tutor, anak-anak yang datang mengisi kegiatan mereka dengan bermain, membaca dan membuat karya sesuai keinginan mereka sendiri. Dalam kegiatannya anak-anak akan didampingi oleh para sukarelawan.  Program ini dilakukan selama tiga bulan dalam satu sesinya.  Pada setiap akhir sesi, anak-anak yang sudah melakukan registrasi akan mendapatkan sertifikat dan bagi yang berprstasi akan diberikan reward.

2. Kampung Belajar. Program ini ditujukan kepada anak-anak di perkotaan yang ingin mengenal kearifan lokal masyarakat pedesaan serta melakukan interaksi langsung dengan alam seperti menanam sayur, memberi makan ternak dan sebagainya. Dalam kegiatannya, anak-anak akan diberikan paket menu belajar dalam bentuk booklet. Fasilitas lain yang akan didapatkan yaitu menu makan siang, merchandise dan t-shirt anak kampung. Paket menu Kampung Belajar ini juga disediakan bagi member yang bersedia menjadi donator tetap lembaga ini.

3. Kursus. Program ini disediakan bagi anak-anak yang ingin menguasai keterampilan seperti: komputer,  Bahasa Inggris, Matematika dan pertanian terpadu.

4. PKBM Kelompok Belajar (Program Persamaan). Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang menginginkan pengakuan ijazah sekolah untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi dengan waktu yang lebih fleksibel. Program ini terdiri dari Paket A (Setara SD), Paket B (Setara SMP) dan Paket C (Setara SMA).

5. SD Swasta Kampung School.  Program ini dikshususkan bagi orang tua yang ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan dasar yang lebih terstruktur tetapi tetap mendapatkan pendampingan secara eksklusif dari tutor atau gurunya.

Setiap anak-anak yang mengikuti pembelajaran di KS akan diwajibkan membayar dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya seperti: mengumpulkan sampah dari rumah dan lingkungan sekitar, ikut berperan sebagai pendamping rumah singgah dan kampung belajar, ataupun membantu pengelolaan Kampung School. Selain dalam bentuk kegiatan di atas, peserta juga dapat membayar dalam bentuk uang yang nantinya akan digunakan sebagai subsidi silang untuk membiayai kegiatan KS.

Saat ini, program KS yang sudah berjalan adalah Rumah Singgah dan Kursus. Di tahun 2014 nanti kami memiliki keyakinan untuk dapat merealisasikan ke-lima program tersebut di atas.  Untuk itu sampai akhir tahun 2013 ini kami  menargetkan 100 orang member untuk menjadi donator program-program kami.