Category Archives: Keseharian

Peresmian Rumah Pintar

Bertempat di Rumah Pintar Astra Balaraja, sejumlah 67 Rumah Pintar (RumPin) yang tersebar di seluruh Indonesia berkumpul untuk diresmikan secara serempak oleh Ibu Ani Yudhoyono. Peresmian kali ini berbeda dengan peresmian-peresmian RUMPIN sebelumnya karena peresmian  dilakukan secara sekaligus untuk 67 RumPin yang hadir. Kampung School yang dalam kesempatan ini terpilih menjadi satu dari 11 rumah pintar yang prasastinya ditandatangani langsung secara simbolis oleh Ibu Negara. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Kampung School. Kak Rizky selaku ketua Rumah Pintar Kampung School diamanahi untuk hadir menjadi perwakilan untuk bertemu dengan Ibu Negara.

Sebelum penandatanganan Prasasti, Ibu Negara menyampaikan pengarahan bagi seluruh RumPin yang hadir. Dalam pengarahannya, Ibu Negara berharap dengan adanya RumPin yang tersebar di seluruh Indonesia dapat menjadi pemudah cara bagi masyarakat untuk mengembangkan potensinya. RumPin merupakan suatu wadah pendidikan informal yang digagas oleh Ibu Negara sebagai penunjang untuk terlaksananya salah satu Program Pemerintah yaitu Indonesia Pintar. Dibagi dalam beberapa fokus kegiatan sentra menjadikan program ini berbeda dengan program kegiatan pendidikan informal sejenisnya. Pembagian sentra pada RUMPIN dapat mempermudah masyarakat untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan potensi dirinya.

Dari banyaknya hal yang disampaikan oleh Ibu Negara, terdapat satu point penting terkait kelembagaan yaitu status RumPin yang terhitung pada tahun 2013 sudah menjadi program pendidikan informal yang diakui dan berada dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui PERMEN No 81 tahun 2013.

Saat penandatanganan Prasasti RumPin, satu persatu ke-sebelas perwakilan RumPin di tandatangai prasastinya, termasuk prasasti Kampung School.

Terjadi hal menarik ketika Ibu Negara menandatangani prasasti Kampung School, pada saat itu Ibu Negara didamping oleh Ibu Bhudiyono dan Bapak Muhammad Nuh terheran dengan nama Kampung School. Dengan wajah terheran para petinggi itu sempat menanyakan kepada Kak Rizky kenapa namanya kampung School. Saat itu sontak Kak Rizky menjawab bahwa Kak Rizky dan para pengurus Rumah Pintar Kampung School ingin mengangkat kesan kampung yang tadinya dianggap kumuh dan tertinggal menjadi kampung yang keren dan arif. Dengan penjelasan singkat itu cukup membuat Ibu Ani dan bapak Muhammad Nuh tersenyum dan berucap ‘Terimakasih ya dek”, sembari menyalami Kak Rizky.

Penandatanganan Prasasti ini menjadi pertanda Kampung School sudah resmi untuk menjalankan semua kegiatan dengan lebih percaya diri lagi.

http://www.presidenri.go.id/ibunegara/index.php/fokus/2014/05/19/868.html

Fasilitasi Mimpi SDN 04 Cimande

Fasilitator: Fakhrizal Nashr, A. Aris Nurjaman, Irni Irawati

Sabtu, 03 Mei 2014, tim guru Kampung School mengunjungi sahabat-sahabat di SDN 04 Cimande. Fasilitasi dimulai pada jam 7.30 WIB di ruang kelas 5. Memulai pagi dengan penuh semangat, Abang Rizal (33) mengajak para sahabat untuk menyegarkan badan dengan senam Chicken Dance yang begitu asyik. Setelah menikmati pemanasan di pagi hari, para sahabat kita diajak berkreasi dengan menggambarkan benda-benda yang mewakili mereka. Anak-anak sangat antusias menggambari metaplan berwarna-warni. Ada yang menggambar burung, hutan, bunga, matahari, rumah dan kupu-kupu. Setelah menggambar, dengan bersemangat satu persatu sahabat kita memperkenalkan diri sembari bergaya sesuai dengan gambar yang telah dibuat, kemudian gaya tersebut diikuti oleh sahabat lainnya. Serunya melihat 43 sahabat kita ini percaya diri dan bangga memperkenalkan diri mereka.

Tiba saatnya melukis mimpi. Para sahabat diminta secara berkelompok untuk menggambar di sebuah kertas dengan tema ‘Gambarkan Sekolah Impianmu yang Paling Menyenangkan’. Mereka pun dengan antusias mengambil krayon dan pensil warna untuk bersegera menggambar sekolah impian mereka. Proses menggambar dilakukan selama satu jam dan kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok yang beranggotakan 5 orang. Sebelum kemudian sahabat kita bercerita tentang sekolah impiannya, Abang Rizal mengajak para sahabat untuk senam otak yang dipandu oleh Kak Ira.

Dengan antusias, para sahabat mengikuti gerakan-gerakan yang diperagakan oleh kak Ira. Jempol dan kelingking secara berselang seling mengikuti musik. Kemudian dilanjutkan dua jari membentuk pistol yang mengejar dua jari secara bergantian. Gerakan-gerakan yang bersilangan antara anggota badan sebelah kiri dan kanan membuat anak-anak menjadi energik.

Setelah selesai senam otak, para sahabat kita ini dengan asyik dan bersemangat menceritakan hasil gambar mereka satu persatu. Ada sembilan kelompok yang menceritakan gambar sekolah impian mereka dan sahabat di sekelilingnya dengan antusias bertanya mengenai maksud dari gambar yang dibuat. Proses fasilitasi ditutup dengan refleksi dengan menyanyikan lagu yang mengingatkan terhadap perjuangan ayah dan ibunya untuk mendidik dan merawat mereka semenjak kecil.

Semangat perjalanan hari ini semoga menularkan energi positif untuk kita semua seperti dari banyak gambar yang sahabat-sahabat buat hari ini. Sekolah impian adalah teman terbaik yang membuat kita bahagia bersama.

 

Dokumentasi Fasilitasi Mimpi SDN 04 Cimande

Bermain Estapet Air

Minggu (27/4) ,Ceria terpancar dari wajah Kampungers saat bermain estapet air. Permainan tersebut merupakan jenis permainan kelompok. Tugas dari setiap kelompok yaitu memindahkan air  dari wadah yang sudah berisi air ke wadah yang masih kosong dengan menggunakan belahan batang bambu sebagai media pemindahnya. Dua kelompok kampungers yang menamai dirinya Kelompok Kelapa dan Kelompok Delima saling berlomba dengan penuh semangat, serius dan ceria. Beberapa kali terdengar teriakan  ketika air yang mereka estapetkan terjatuh ke tanah. Namun dengan cepat dan sigap mereka kembali mengalirkan air dan merapatkan barisan belahan bambu supaya dapat mengisi wadah yang masih kosong itu. Kerjasama, kekompakan, komunikasi dan kecepatan merupakan kunci dari permainan tersebut.

Kegembiraan mereka dalam bermain estapet air secara tidak langsung mendidik mereka dalam kerjasama, komunikasi dan kecepatan kerja. Dengan bermain kampungers dapat mengambil banyak pelajaran dengan cara yang mereka sukai. Semoga kekompakan mereka dalam mengestapetkan air menjadi simbol dalam kekompakan menjaga kelestarian budaya daerahnya masing-masing. Aminnnn…

 

-AA

Kampung School-Menumbuhkan Keagungan Insani