Blog

Seminar report
Judul : Homeschooling dan Psikologi Perkembangan Anak
Oleh : Psikolog Marnaria A. Martinis dan Kepala Sekolah Homeschooling Alam Depok Ni Made Desi Handayani, S.Pd.I
Waktu: Sabtu, 14 Mei 2016 di Homeschooling Alam Depok 

Alasan memilih Homeschooling
a. Orang tua dapat mengembangkan tanggung jawab terhadap pendidikan anak dan mempererat hubungan orang tua dan anak.
b. Mengoptimalkan perkembangan otak anak karena adanya stimulasi yang menyenangkan.
c. Tidak puas dengan hasil pendidikan formal di sekolah-sekolah yang terlalu memfokuskan pada nilai raport sehingga kurang memperhatikan unsur yang lain seperti pembangunan karakter,keseimbangan fungsi tubuh dan otak serta lifeskill siswa.
d. Lebih berdasarkan pada keunikan setiap anak.
e. Tidak terlalu memfokuskan pada sistem kurikulum yang terlalu berat sehingga cenderung membebani siswa.
f. Menyeimbangkan antara perkembangan fisik,kognitif,dan perkembangan psikologis anak.

Sistem Pembelajaran Homeschooling
a. Homeschooling Tunggal,termasuk pendidikan Informal Orang tua mengajarkan sendiri segala sesuatunya pada anak karena merasa masih mampu melakukannya. Jika bekerja,mereka biasanya akan mendatangkan guru profesional untuk mendampingi anak.
b. Homeschooling Majemuk,termasuk pendidikan Informal Dilakukan oleh beberapa keluarga bersama-sama dimana anak bisa belajar di salah satu rumah atau bergiliran ke rumah masing-masing.
c. Homeschooling Komunitas, termasuk pendidikan non formal dan memiliki yayasan yang jelas.

Jenis Pendidikan (Coom,1973) a. Formal : Sistematis,berstruktur,bertingkat dan berjenjang yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. b. Non Formal : Kegiatan terorganisasi dan sistematis, diluar sistem pra sekolah yang mapan,dilakukan secara mandiri. c. Informal : Proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga setiap orang memperoleh nilai,sikap,keterampilan, dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari.  Dampak Positif Homeschooling a. Dapat menstimulasi potensi,minat serta kecerdasan siswa secara lebih optimal karena seluruh pelajaran disesuaikan secara spesifik dengan kemampuan siswa. b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi seluruh potensi yang ada dalam diri baik fisik, maupun psikis tanpa dibatasi oleh aturan-aturan sekolah . c. Kemampuan akademik menjadi jauh lebih progresif dan lebih maju. d. Melatih kemandirian anak sehingga bisa menjalani kehidupan nyata kelak secara mandiri. e. Mengajarkan kecintaan belajar pada anak, bahwa mencari ilmu bisa dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja tanpa adanya kewajiban-kewajiban yang membuat beban.  Dampak Negatif Homeschooling a. Siswa kurang memiliki jiwa berkompetisi b. Kemampuan bersosialisasi rendah, terutama HS individual dan majemuk. c. Biaya relatif lebih mahal d. Anak kurang terlatih untuk menghadapi problem sosial yang timbul seperti bullying,penolakan,atau tekanan lingkungan.  Anak dilatih untuk bisa menyampaikan sendiri apa yang dialami atau dirasakan. Baik perasaan senang,sedih,marah.  Macam-Macam Pola Pembelajaran  Pola Otoriter (Diktator) -Kaku,diktator,memaksa anak untuk mengikuti perintah. Ada hukuman fisik dan menerapkan aturan tanpa penjelasan. -Hasilnya anak kurang inisiatif,kurang kreatifitas dan kurang komunikatif.  Pola Permisive (Indulgent) – Serba boleh,tidak ada tuntutan dan kontrol terhadap anak. – Hasilnya anak tidak belajar mengontrol diri,kurang kendali, dan rasa tanggung jawab.  Pola Neglectful -Tidak dipedulikan/ditelantarkan – Hasilnya,kemampuan anak akan menjadi rendah  Pola Authoritative (Demokrasi) -Diberi contoh,dihargai,didorong,dibantu dengan penuh kesayangan. -Diberikan koreksi (bukan hukuman) agar anak menjadi mandiri. -Hasilnya anak akan lebih percaya diri,mandiri,dan kreatif.  Teori Perkembangan Anak -Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh,dengan pola teratur,dapat dipastikan dan merupakan hasil dari proses pematangan. Contoh : kemampuan Sensori Integrasi (panca indera),berbicara,motorik kasar,motorik halus,sosialisasi dan kemandirian. -Jika salah satu kematangan tidak terstimulasi dengan baik atau kurang optimal,maka anak akan mengalami masalah atau kesulitan dalam belajar di tahap yang lebih tinggi.  Tugas Perkembangan Anak 6-12 Tahun 1. Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan, bermain sepak bola, loncat tali, berenang. 2. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap diri sendiri. 3. Belajar bergaul dengan teman sebaya. 4. Belajar mengembangkan konsep sehari-hari(lifeskill) 5. Membentuk hati nurani,nilai moral, dan nilai sosial (pembangunan karakter) 6. Memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi. 7. Belajar keterampilan dasar dalam membaca,menulis, dan berhitung.  Keterampilan Fisik Melalui Stimulasi Sensory Integration  Istilah Sensory Integration (SI) pertama kali dicetuskan oleh DR. Anna Jean Ayres (1920-1989). Beliau adalah seorang Psikolog Pendidikan,neuropsycologist dan terapis okupasi.  SI menjelaskan bagaimana cara otak menerima dan memproses stimulus atau input sensorik dari lingkungan sekitar dan dari dalam tubuh kita sendiri sehingga bisa menghasilkan respon yang tepat.  Menurut Bundy,Lane,dan Murray (2002),SI adalah teori hubungan antara otak dan perilaku.  Melalui panca indera yang tersedia,manusia memperoleh informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan yang berada di sekitarnya (Ayres,1979).  Macam-Macam Sensori/Alat Indra 1. Mata (Visual) : Indra Penglihatan, terletak pada retina. Fungsinya menyampaikan semua informasi visual tentang benda dan manusia. 2. Telinga (Auditory) : Indra Pendengaran, terletak pada telinga bagian dalam. Fungsinya meneruskan informasi suara. Memiliki hubungan dengan kemampuan berbahasa (Ayres,1972). Jika sistem auditory mengalami gangguan, maka perkembangan bahasa juga akan terganggu. 3. Hidung (Olfactory) : Indra Pembau, terletak pada selaput lendir hidung. Fungsinya untuk meneruskan informasi mengenai bau-bauan (bunga,parfum,atau bau makanan). 4. Lidah (Gustatory) : Indra Perasa, terletak pada lidah. Fungsinya meneruskan informasi tentang rasa(manis,asam,pahit,dll) dan tekstur di mulut (kasar,halus,dll). 5. Kulit (Tactile) : Indra Peraba, terletak pada kulit dan sebagian dari selaput lendir. Bayi baru lahir menerima informasi untuk pertama kalinya melalui indra peraba ini. Mempunyai dua sifat yaitu diskriminatif dan protektif. -Diskriminatif adalah kemampuan membedakan rasa (kasar,halus,dingin,panas). -Protektif adalah kemampuan untuk menghindar atau menjaga dari input sensorik yang berbahaya. Dari sifat kedua ini akan menimbulkan respon lari,takut,atau bertempur (flight,fright,or fight) menurut Trott, Laurel, dan Windeck, 1993).  Sensori Tersembunyi (Hidden Sense) 6. Otot dan Persendian (Proprioceptive), berasal dari dalam tubuh manusia dan terdapat pada sendi,otot,ligamen,dan reseptor yang berhubungan dengan tulang. 7. Keseimbangan/Balance (Vestibular) Disebut juga sebagai sistem business centre, karena semua sistem sensorik berkaitan dengan sistem ini. • Terletak pada labyrinth di dalam telinga bagian tengah. • Fungsinya meneruskan informasi mengenai gerakan dan gravitasi  Proses sensorik integrasi ini terjadi secara bertahap pada masa anak. Jika terjadi hambatan atau kegagalan di satu tahap sensori, akan berpengaruh pada tahap berikutnya.  Sebaiknya apabila anak belum lancar dalam menyeimbangkan dirinya, agar diperkuat dulu kelenjar-kelenjar pembentuk keseimbangan dibandingkan langsung diberikan latihan untuk kemampuan kognisinya.  Anak yang optimal dalam proses sensori integrasi, akan memiliki kemampuan komunikasi, harga diri, kepercayaan diri, kemampuan akademik, berpikir abstrak, dan penalaran, serta spesialisasi di setiap sisi tubuh dan otak.  Unsur Pembentuk Jaringan Otak Ada dua unsur pembentuk jaringan otak yakni : 1. Nutrisi, yang akan menentukan jumlah sel-sel otak anak 2. Stimulasi, yang akan membentuk sinaps-sinaps antar sel otak anak.  Pertumbuhan Otak Anak  Peningkatan berat otak anak sangat pesat di usia 6 tahun pertama setelah kelahiran dan akan melambat di periode selanjutnya meskipun masih terus berkembang.  Saat lahir, berat otak anak sekitar 25% otak orang dewasa  Saat usia 6 tahun,berat otak anak sekitar 95% otak orang dewasa  Pemberian stimulasi pada usia dini akan menentukan mana sinops otak yang makin banyak dan makin kuat terbentuk, dan mana sinops otak yang akan mati untuk selamanya.  Stimulasi untuk Perkembangan Otak Anak  Dilakukan melalui interaksi alamiah orang tua dan anak sehari-hari. Anak-anak yang orang tuanya terlibat dalam pola pengasuhan tahap awal, memiliki pertumbuhan yang lebih kuat dalam struktur otak (Hipokampus) yang berhubungan dengan pembelajaran, memori, dan respons stress (Penelitian Fakultas Kedokteran,Washington University).  Dilakukan dengan suasana senang, gembira (melalui permainan).  Dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan sensori integrasi yang dimiliki anak agar tidak mengalami hambatan atau kesulitan dalam proses belajar mengajar.  Metode pembelajaran untuk anak-anak : Semua sensorik dilibatkan.Misal belajar buah. Dengan melibatkan sensor perasa, penglihatan,pendengaran,dll.  Semua anak pintar. Yang penting ada stimulusnya. Yang harus diperhatikan, selain anak pintar juga harus bisa problem solving.  Gangguan Sensori Integrasi  Hambatan prestasi sekolah (sulit konsentrasi belajar)  Kurang percaya diri  Masalah emosi dan sosialisasi  Tampak terlalu aktif ataupun terlalu pendiam  Perhatiannya mudah teralih  Kurang dapat mengontrol diri  Gerakannya tampak kikuk, tidak luwes atau tampak serampangan.  Hambatan pada perkembangan keterampilan motorik,bicara atau pengertian berbahasa.  Terlalu peka atau kurang peka terhadap sentuhan,gerakan,suara,dll.  Anak distimulasi, diberi ruang agar dapat berusaha menjadi diri sendiri.  Anak dipersiapkan agar mampu menghadapi atau problem solving untuk kehidupannya nanti.  Anak yang belum bisa menyeimbangkan dirinya dikarenakan belum paham arti keberadaan diri pada suatu ruang.  Setelah anak memahami keberadaan dirinya sendiri dalam suatu ruang kemudian memahami keberadaan dirinya pada lingkungan sekitar.  Homeschooling  Diisi  Memiliki jejak informasi  Proses memang sulit. Namun akan ada hasilnya karena dalam tahap penyesuaian dengan teori perkembangan anak. Hal ini memerlukan waktu tersendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *